Wombat: Fakta Unik Mamalia Berkantung dengan Kotoran Kubus

Inrofaa - Wombat adalah mamalia berkantung asli Australia yang dikenal bertubuh gempal, berkaki pendek, dan hidup di liang bawah tanah. Namun, ada satu fakta unik yang membuat wombat terkenal di seluruh dunia: kotorannya berbentuk kubus. Fenomena ini terdengar aneh, karena hampir semua hewan menghasilkan kotoran berbentuk bulat atau silinder. Keunikan tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari proses biologis yang sangat spesifik dan menarik.
Bentuk kubus pada kotoran wombat berkaitan langsung dengan struktur dan cara kerja ususnya. Saat makanan dicerna, sisa makanan bergerak perlahan melalui usus besar. Pada wombat, proses ini berlangsung sangat lama, bisa mencapai beberapa hari. Lamanya waktu pencernaan ini membuat air terserap hampir sepenuhnya, sehingga kotoran menjadi sangat padat dan kering. Kondisi inilah yang memungkinkan terbentuknya sudut-sudut tajam, sesuatu yang sulit terjadi pada kotoran yang masih lunak.
Selain itu, dinding usus wombat tidak berkontraksi secara merata. Ada bagian tertentu dari usus yang lebih kaku dan ada yang lebih elastis. Perbedaan elastisitas ini menyebabkan tekanan yang tidak sama pada massa kotoran yang sedang terbentuk. Ketika kotoran terdorong keluar, tekanan tersebut membentuk sisi-sisi datar dan sudut, menghasilkan bentuk menyerupai kubus kecil. Jadi, bentuk unik ini bukan karena anus wombat berbentuk kotak, melainkan karena dinamika kompleks di dalam ususnya.
Bentuk kubus ternyata memberi keuntungan bagi wombat. Wombat sering menggunakan kotorannya sebagai penanda wilayah, biasanya diletakkan di atas batu atau permukaan yang agak tinggi. Karena berbentuk kubus, kotoran tersebut tidak mudah menggelinding dan tetap berada di tempatnya. Hal ini membuat penanda wilayah menjadi lebih efektif dan tahan lama, terutama di lingkungan berbatu atau miring tempat wombat hidup.
Keunikan kotoran wombat juga menarik perhatian para ilmuwan karena membuka wawasan baru tentang hubungan antara bentuk biologis dan fungsi organ. Penelitian mengenai hal ini bahkan menginspirasi pengembangan teknologi pencetakan dan pemahaman baru tentang bagaimana material lunak dapat membentuk sudut tajam tanpa cetakan keras. Dengan kata lain, dari sesuatu yang tampak sepele seperti kotoran, kita bisa belajar banyak tentang adaptasi, evolusi, dan kecerdikan alam dalam menciptakan solusi yang tidak terduga.
Referensi : Okezone Ototekno, Science News, Australian Geographic
Baca Juga :
Hubungi Admin? Klik di sini
Komentar