Semut: Mengapa Tinta Pena Mengganggu Zat Feromon Alami Mereka

Inrofaa - Banyak orang pernah memperhatikan fenomena menarik ketika semut tampak “terjebak” di dalam lingkaran atau kotak yang digambar dengan pena di lantai. Meskipun terlihat seperti semacam penghalang tak terlihat yang efektif, kenyataannya bukan ada kekuatan gaib atau dinding magis, tetapi interaksi antara indera semut dan bahan kimia dalam tinta yang menciptakan efek ini. Penjelasan fenomena ini berkaitan dengan cara semut bernavigasi dan berkomunikasi di lingkungan mereka, serta sensitivitas mereka terhadap aroma dan tekstur.

Semut adalah makhluk yang sangat bergantung pada jejak kimia atau feromon untuk menemukan arah dan berinteraksi dengan sesamanya. Ketika semut menjelajah mencari makanan, mereka melepaskan feromon di permukaan yang mereka lalui; jalur ini kemudian diikuti oleh semut semut lain seperti “peta kimia” yang membantu mereka kembali ke sarang atau menemukan sumber makanan yang sama. Namun, ketika garis digambar dengan pena, tinta yang tersisa di permukaan dapat mengganggu atau menutupi jejak feromon asli. Sebagai akibatnya, semut tidak lagi dapat membaca atau mengikuti jalur yang mereka kenal, sehingga tampak kebingungan dan akhirnya berputar di sekitar garis.

Selain itu, bahan kimia dalam tinta pena sendiri sering memiliki bau dan komposisi yang kuat bagi manusia maupun hewan kecil. Semut memiliki indra penciuman yang jauh lebih sensitif daripada manusia, sehingga aroma asing dari tinta dapat diartikan sebagai zat yang tidak dikenal atau bahkan berbahaya. Akibatnya, semut cenderung menghindari area yang dilapisi tinta, sehingga mereka berhenti atau memilih mengikuti tepi garis bukannya menyeberanginya. Bagi semut, garis itu bukan penghalang fisik, tetapi zona dengan sinyal kimia yang tidak nyaman atau mengacaukan navigasi mereka.

Perlu dicatat bahwa efek “terjebak” ini bersifat sementara. Seiring waktu, tinta mengering, aroma memudar, dan feromon baru dapat ditempatkan di sekitar garis. Dalam kondisi seperti itu, semut akhirnya bisa menyeberangi apa yang dulu tampak sebagai batas tak terlewati. Dengan demikian, fenomena ini adalah hasil dari respons sensorik semut terhadap lingkungan kimia, bukan penghalang mutlak, dan menunjukkan betapa pentingnya feromon dan indra penciuman dalam kehidupan sehari-hari semut.

Referensi : Biology Insights, National Geographic Grid, Radarsurabaya

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar