Roket Luar Angkasa: Sejarah, Teknologi, dan Perkembangan hingga Era Modern

Inrofaa - Roket luar angkasa merupakan puncak teknologi manusia dalam menjelajah alam semesta. Sejarahnya berakar dari konsep dan eksperimen sederhana di abad ke-13 dengan penemuan bubuk mesiu di Tiongkok, yang digunakan untuk kembang api dan panah roket kecil. Namun, penerapan nyata dalam bentuk roket yang dikendalikan baru dimulai pada awal abad ke-20, ketika para ilmuwan mulai merumuskan prinsip fisika yang memungkinkan benda berat untuk lepas dari tarikan gravitasi Bumi.

Tokoh awal yang sering disebut sebagai insinyur roket pertama adalah Konstantin Tsiolkovsky, seorang ilmuwan Rusia yang hidup pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia mengembangkan persamaan roket yang menjadi dasar perhitungan kecepatan dan bahan bakar, serta mengusulkan penggunaan bahan bakar cair yakni suatu terobosan besar dalam teknologi roket. Tsiolkovsky bukanlah perakit roket praktis pertama, namun pemikirannya membuka jalan bagi generasi insinyur selanjutnya. Di antara mereka, Robert H. Goddard di Amerika Serikat menjadi pionir yang berhasil meluncurkan roket bertenaga bahan bakar cair pertama pada tahun 1926. Kontribusi Goddard sangat penting meskipun pada masanya belum mendapat pengakuan luas. Sementara di Jerman, Hermann Oberth juga memajukan teori dan praktik roket yang kemudian berkontribusi pada pengembangan roket besar di era Perang Dunia II.

Teknologi roket yang dipakai untuk misi luar angkasa berkembang pesat sejak pertengahan abad ke-20. Roket bekerja berdasarkan prinsip aksi dan reaksi: bahan bakar dan oksidator dibakar dalam ruang bakar, menghasilkan gas bertekanan yang keluar dari nozzle di bagian belakang, sehingga menghasilkan dorongan ke atas. Roket modern menggunakan kombinasi bahan bakar cair maupun padat, dengan sistem kontrol yang sangat kompleks untuk menstabilkan arah dan kecepatan. Teknologi pendorong ini terus disempurnakan, termasuk penggunaan sistem daur ulang seperti yang diterapkan pada roket-roket keluaran terbaru yang mampu mendarat kembali setelah peluncuran.

Tujuan awal pengembangan roket luar angkasa sangat beragam. Pada permulaan, riset roket sering kali terkait dengan aplikasi militer seperti senjata jarak jauh. Namun seiring berjalannya waktu, tujuan bergeser ke eksplorasi ilmiah dan komersial. Peluncuran satelit pertama membuka era telekomunikasi global, navigasi, dan pemantauan bumi. Kemudian, program antariksa seperti pendaratan manusia di Bulan pada 1969 menunjukkan kemampuan teknologi manusia untuk menjelajah lebih jauh. Kini roket digunakan untuk mengirim astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, meluncurkan wahana antariksa ke Mars dan planet lain, serta mendukung jaringan satelit yang menjadi tulang punggung internet dan cuaca.

Perkembangan roket hingga kini mencerminkan transformasi teknologi dari eksperimen sederhana menjadi industri luar angkasa global. Perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin memperkenalkan roket yang dapat digunakan ulang, menurunkan biaya akses ke orbit dan membuka peluang baru untuk pariwisata antariksa serta penjelajahan lebih jauh. Dengan kemajuan teknologi dan kolaborasi internasional, roket luar angkasa terus menjadi simbol ambisi manusia untuk memahami dan menjelajahi jagat raya.

Referensi : Arveo Indonesia, RuangAngkasa.com, ESA

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar