Rekor Tidak Tidur 11 Hari: Kisah Randy Gardner yang Mencengangkan

Inrofaa - Randy Gardner dikenal sebagai sosok yang mencatat sejarah unik dalam dunia sains dan kesehatan manusia. Ia adalah seorang pelajar asal Amerika Serikat yang pada usia 17 tahun berhasil bertahan tanpa tidur selama kurang lebih 11 hari. Peristiwa ini terjadi pada akhir tahun 1963 hingga awal 1964 dan hingga kini masih sering dibahas sebagai contoh ekstrem dampak kurang tidur pada tubuh manusia.

Awalnya, eksperimen tersebut bukanlah upaya untuk mencari sensasi, melainkan bagian dari proyek sains sekolah. Randy Gardner dan dua temannya ingin mengetahui apa yang terjadi pada tubuh dan pikiran manusia ketika tidak tidur dalam waktu lama. Gardner terpilih sebagai subjek utama, sementara dua temannya bertugas mengawasi agar ia tidak tertidur, bahkan secara tidak sadar.

Pada dua hingga tiga hari pertama, Gardner masih mampu menjalani aktivitas seperti biasa, meskipun mulai merasa lelah. Namun, memasuki hari keempat dan seterusnya, dampak kurang tidur mulai terasa jelas. Ia mengalami kesulitan berkonsentrasi, daya ingat menurun, dan emosi menjadi tidak stabil. Aktivitas sederhana yang biasanya mudah dilakukan mulai terasa berat dan membingungkan.

Ketika mendekati akhir percobaan, kondisi mental Gardner semakin terganggu. Ia mulai mengalami halusinasi, melihat dan mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Selain itu, rasa paranoia muncul, membuatnya mudah curiga dan cemas tanpa alasan yang jelas. Cara bicaranya melambat dan koordinasi tubuhnya menurun, menunjukkan bahwa otak tidak lagi berfungsi secara optimal akibat kelelahan ekstrem.

Menariknya, meskipun mengalami gangguan fisik dan mental sementara, Gardner tetap sadar dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya hingga akhir percobaan. Setelah mencapai batas 11 hari, ia akhirnya diizinkan untuk tidur. Masa pemulihan awal berlangsung cukup lama, tetapi tubuhnya secara bertahap kembali ke kondisi normal setelah mendapatkan tidur yang cukup.

Pengalaman Randy Gardner memberikan pelajaran penting tentang peran vital tidur bagi kesehatan manusia. Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses penting bagi pemulihan fisik, keseimbangan emosi, dan fungsi otak. Kisah ini juga menjadi alasan mengapa eksperimen ekstrem tentang kurang tidur tidak lagi dianjurkan, karena risikonya jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh.

Referensi : Deseret News, Detik Health, Liputan6.com

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar