Peniti: Sejarah, Perkembangan, dan Pengaruhnya Terhadap Alat Fastener Modern

Inrofaa - Peniti modern yang dikenal luas saat ini memang dipatenkan oleh Walter Hunt pada tahun 1849, namun gagasan tentang alat penahan kain, kulit, atau bahan lain dengan prinsip sederhana telah dikenal manusia jauh sebelumnya. Sejarah pin menjangkau ribuan tahun, mencerminkan kreativitas manusia dalam menghadapi kebutuhan praktis sehari-hari: menyatukan material tanpa jahitan, mengunci lipatan kain, atau sekadar menghias pakaian.

Pada zaman kuno, masyarakat di Mesir, Yunani, dan Romawi sudah memakai sejenis peniti yang disebut fibula. Fibula terbuat dari logam seperti perunggu atau perak, berbentuk seperti peniti besar dengan sistem pengait dan pegas sederhana. Alat ini berfungsi seperti “bros” besar untuk menutup jubah atau selendang, sekaligus menjadi simbol status sosial karena desainnya sering dihias secara rumit. Bentuknya mendahului peniti modern, tetapi prinsip fungsinya (sebuah batang tajam yang dapat dilipat ke dalam pengaman) sudah jelas terlihat.

Masuknya Abad Pertengahan dan Renaisans tidak banyak mengubah fungsi dasar alat ini, hanya variasi estetika dan bahan yang berubah mengikuti tren fesyen. Pin-pin kecil dipakai untuk menahan kain di pakaian berlapis, sementara versi yang lebih besar tetap menjadi ciri khas pakaian luar. Namun di era ini, pembuatan masih dilakukan dengan tangan oleh pandai logam, sehingga harga dan kualitas sangat bervariasi.

Revolusi industri pada abad ke-19 membawa perubahan besar. Produksi massal memungkinkan alat seperti peniti menjadi murah, kuat, dan seragam. Walter Hunt, seorang penemu asal Amerika Serikat, menciptakan desain peniti keselamatan (safety pin) yang berputar pada sebuah pegas, melindungi ujung tajamnya supaya tidak melukai pengguna atau kain. Hunt kemudian mematenkan desainnya pada 1849, meskipun ia sendiri tidak mencari keuntungan besar dari penemuan ini. Desain safety pin Hunt adalah titik balik: sederhana, efektif, dan sangat mudah diproduksi secara massal.

Sejak itu, kegunaan peniti berkembang pesat. Di dunia fesyen, peniti dipakai tidak hanya sebagai alat penahan, tetapi juga sebagai aksesori dekoratif; misalnya di subkultur punk pada 1970-an yang menggunakannya sebagai simbol ekspresi. Dalam kehidupan sehari-hari, peniti membantu menjahit darurat, menandai pola kain, mengunci popok kain, atau sebagai alat serbaguna di tempat kerja.

Hingga kini, desain dasar safety pin hampir tak berubah sejak Hunt mematenkannya, sebuah bukti keanggunan fungsi sederhana yang memenuhi kebutuhan manusia dalam aspek praktis sekaligus kreatif.

Referensi : Wikipedia, Fitinline.com, History.com

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar