Mata Manusia: Fakta Ilmiah tentang Blind Spot dan Cara Mengujinya Sendiri

Inrofaa - Penglihatan manusia adalah sistem yang sangat kompleks dan canggih. Mata menangkap cahaya melalui retina yakni lapisan tipis di belakang bola mata yang berisi jutaan sel fotoreseptor. Sel-sel ini mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirim ke otak melalui serabut saraf optik. Namun, di balik kesan bahwa kita “melihat segalanya”, terdapat fenomena menarik yang disebut blind spot atau titik buta.

Blind spot adalah area kecil di retina tempat saraf optik keluar menuju otak. Di bagian ini tidak terdapat sel fotoreseptor yang mampu mendeteksi cahaya. Akibatnya, jika cahaya atau objek jatuh tepat pada area tersebut, bagian itu tidak akan terdeteksi oleh mata, sehingga kita tidak “melihat” bagian itu sama sekali. Meskipun kedengarannya seperti kekurangan besar, pada kenyataannya kita hampir tidak pernah menyadari blind spot ini dalam kehidupan sehari-hari.

Alasan kita tidak menyadari blind spot adalah karena otak kita bekerja sangat cerdas untuk mengisi informasi yang hilang. Ketika salah satu mata menangkap gambar, otak menggunakan informasi dari area sekitar titik buta dan dari mata yang satunya untuk “melengkapi” bagian yang kosong. Hasilnya, kita melihat dunia sebagai sebuah gambar utuh tanpa celah yang terdeteksi. Proses ini terjadi secara otomatis dan tanpa usaha sadar dari kita.

Blind spot tidak sama pada setiap orang. Ukuran dan posisi titik buta ini bisa bervariasi, tergantung pada anatomi mata masing-masing individu. Umumnya, titik buta terletak di sisi luar dari penglihatan visual (di sisi temporal retina) sekitar beberapa derajat dari pusat pandangan. Untuk melihat blind spot sendiri, seseorang dapat melakukan tes sederhana dengan menutup satu mata dan memfokuskan mata lainnya pada satu titik sementara objek lain digeser perlahan sampai objek itu “hilang” dari penglihatan.

Meskipun blind spot adalah bagian normal dari sistem penglihatan manusia, istilah ini juga digunakan secara luas dalam konteks non-medis. Dalam psikologi atau komunikasi, blind spot merujuk pada hal-hal yang tidak disadari seseorang tentang dirinya sendiri, misalnya kebiasaan atau sikap yang tidak terlihat oleh orang tersebut namun jelas bagi orang lain. Dengan demikian, memahami blind spot secara biologis juga membantu memahami bagaimana kita sering kali tidak sadar terhadap kekurangan atau bias dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, blind spot adalah contoh bagaimana keterbatasan fisik bisa “ditutupi” oleh kecerdasan otak, menciptakan pengalaman visual yang mulus meskipun ada bagian yang sesungguhnya tidak terlihat.

Referensi : ScienceDirect (2015), HidupKita.com (2023), Ikons.id (2024)

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar