Kembang Api: Jejak Sejarah, Budaya, dan Ilmu di Balik Kilau Cahaya Malam

Inrofaa - Kembang api adalah perangkat piroteknik yang dirancang untuk menghasilkan efek visual dan suara di udara melalui reaksi pembakaran kimia. Efek yang dihasilkan dapat berupa cahaya berwarna, percikan, ledakan, hingga pola tertentu yang menghiasi langit malam. Kembang api umumnya digunakan dalam perayaan besar seperti tahun baru, hari kemerdekaan, festival budaya, dan acara keagamaan sebagai simbol kegembiraan, kemenangan, atau harapan baru.
Sejarah kembang api berawal dari Tiongkok kuno sekitar abad ke-7 Masehi. Awalnya, masyarakat Tiongkok menemukan bahwa bambu yang dilempar ke dalam api akan meledak karena udara panas yang terperangkap di dalamnya. Penemuan bubuk mesiu (campuran belerang, arang, dan kalium nitrat) kemudian menjadi titik penting dalam perkembangan kembang api. Bubuk ini dimasukkan ke dalam tabung bambu atau kertas, sehingga menghasilkan ledakan yang lebih kuat dan terkontrol. Seiring waktu, kembang api tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dipercaya mampu mengusir roh jahat. Dari Tiongkok, teknologi kembang api menyebar ke Timur Tengah dan Eropa melalui jalur perdagangan, lalu berkembang pesat dengan sentuhan ilmu kimia modern.
Kembang api dapat membentuk berbagai pola dan warna di langit karena desain internalnya yang sangat terencana. Di dalam satu unit kembang api terdapat komponen utama seperti sumbu, bahan pendorong, dan “bintang” (stars), yaitu butiran kecil yang mengandung campuran bahan kimia tertentu. Saat dinyalakan, bahan pendorong meluncurkan kembang api ke udara. Pada ketinggian tertentu, sumbu internal menyalakan muatan utama yang memicu ledakan dan membakar bintang-bintang tersebut.
Pola yang terbentuk (seperti lingkaran, hati, bunga, atau tulisan) ditentukan oleh susunan bintang di dalam cangkang kembang api. Jika bintang disusun melingkar, maka ledakan akan menghasilkan bentuk lingkaran di langit. Warna yang muncul berasal dari unsur kimia tertentu, misalnya stronsium untuk merah, tembaga untuk biru, natrium untuk kuning, dan barium untuk hijau. Kombinasi teknik fisika dan kimia inilah yang memungkinkan kembang api menampilkan pertunjukan visual yang menakjubkan.
Dengan perkembangan teknologi, kembang api kini dirancang semakin presisi dan aman, menjadikannya salah satu bentuk seni cahaya yang memadukan sejarah, ilmu pengetahuan, dan budaya manusia.
Referensi : AntaraNews.com, BrainAcademy.id, LiveScience.com
Baca Juga :
Hubungi Admin? Klik di sini
Komentar