Chimera: Kata Mitologi Yunani yang Digunakan dalam Ilmu Sains Modern

Inrofaa - Chimera pada awalnya dikenal sebagai makhluk mitologi Yunani yang digambarkan sebagai monster gabungan tiga hewan: tubuh singa, kepala kambing yang tumbuh dari punggungnya, serta ekor berbentuk ular atau naga. Dalam kisah-kisah kuno, Chimera melambangkan kekacauan dan kekuatan alam yang sulit dikendalikan. Gambaran ini kemudian menjadi simbol bagi sesuatu yang tersusun dari berbagai unsur berbeda dalam satu kesatuan. Menariknya, istilah “chimera” tidak hanya bertahan dalam dunia mitologi, tetapi juga diadopsi dalam dunia sains dengan makna yang jauh lebih nyata dan terukur.

Dalam ilmu biologi dan genetika, chimera merujuk pada organisme yang memiliki dua atau lebih populasi sel yang berasal dari individu berbeda, sehingga mengandung lebih dari satu DNA dalam satu tubuh. Kondisi ini berbeda dengan mutasi genetik biasa, karena pada chimera, perbedaan genetiknya berasal dari penggabungan sel-sel yang awalnya terpisah. Fenomena ini bisa terjadi secara alami maupun melalui proses eksperimental yang dikendalikan manusia untuk tujuan penelitian.

Pada manusia dan hewan, chimera alami dapat terbentuk sejak tahap awal perkembangan embrio. Salah satu contoh yang paling dikenal adalah chimera dari kembar fraternal, ketika dua embrio yang seharusnya berkembang terpisah justru menyatu dan tumbuh menjadi satu individu. Akibatnya, orang tersebut bisa memiliki dua set DNA berbeda di jaringan tubuh yang berbeda, misalnya darah memiliki DNA yang berbeda dengan jaringan kulit atau organ lain. Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak menimbulkan gejala khusus dan sering kali baru diketahui melalui tes genetik.

Selain terjadi secara alami, chimera juga dapat dibuat secara eksperimental di laboratorium. Dalam penelitian medis dan genetika, ilmuwan menciptakan chimera dengan menggabungkan sel dari spesies berbeda, seperti memasukkan sel monyet ke dalam embrio babi. Tujuan utamanya bukan untuk menciptakan makhluk aneh, melainkan untuk memahami perkembangan organ, mempelajari penyakit genetik, serta membuka peluang produksi organ untuk transplantasi di masa depan. Meski demikian, penelitian jenis ini diawasi ketat karena menyangkut etika dan batasan ilmiah.

Fenomena chimera tidak hanya ditemukan pada manusia dan hewan, tetapi juga pada tumbuhan. Pada dunia tumbuhan, chimera sering terlihat dari perbedaan warna atau pola pada daun dan batang. Contohnya adalah tanaman dengan daun belang-belang, termasuk pada beberapa varietas kelapa sawit atau tanaman hias. Perbedaan tersebut muncul karena jaringan tanaman berasal dari dua susunan genetik yang berbeda dalam satu individu.

Dengan demikian, chimera menunjukkan bagaimana satu istilah yang lahir dari mitologi kuno kini memiliki makna ilmiah yang sangat penting. Dari cerita monster legendaris hingga penelitian genetika modern, chimera mencerminkan kompleksitas kehidupan dan kemampuan sains untuk mengungkap fenomena yang sebelumnya hanya dianggap sebagai dongeng.

Referensi : Encyclopedia Britannica, IDN Times 'Human-Pig Hybrid', PinterPandai

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar