Belut Listrik: Pengertian dan Cara Bertahan Hidup Menggunakan Listrik

Inrofaa - Belut listrik adalah ikan air tawar yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan dan menghantarkan listrik. Meski disebut “belut”, hewan ini sebenarnya bukan belut sejati, melainkan termasuk kelompok ikan pisau (knifefish) dengan nama ilmiah Electrophorus. Belut listrik hidup di perairan tawar Amerika Selatan, terutama di Sungai Amazon dan Orinoco yang berlumpur dan memiliki kadar oksigen rendah. Kemampuan listriknya digunakan untuk bertahan hidup, berburu mangsa, dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.
Belut listrik pertama kali dikenal oleh dunia ilmiah pada abad ke-18. Catatan awal mengenai hewan ini berasal dari laporan penjelajah Eropa di Amerika Selatan, dan kemudian diteliti lebih serius oleh ilmuwan pada sekitar tahun 1760-an. Salah satu tokoh yang tertarik menelitinya adalah Alexander von Humboldt, yang mendokumentasikan perilaku belut listrik secara lebih sistematis. Sejak saat itu, belut listrik menjadi objek penting dalam penelitian biologi dan kelistrikan alami.
Kemampuan belut listrik menghantarkan listrik berasal dari organ khusus yang dimilikinya, yang disebut organ listrik. Sekitar 80 persen tubuh belut listrik tersusun dari organ ini. Organ listrik terdiri dari ribuan sel khusus bernama elektrosit, yang bekerja mirip seperti baterai kecil. Ketika belut mengaktifkan sel-sel ini secara bersamaan, akan tercipta perbedaan muatan listrik yang cukup besar sehingga menghasilkan sengatan.
Listrik yang dihasilkan belut listrik berasal dari proses biologis di dalam tubuhnya, bukan dari sumber luar. Sel elektrosit memanfaatkan pergerakan ion, terutama ion natrium dan kalium, melalui membran sel. Saat sel-sel tersebut diaktifkan secara serempak oleh sistem saraf, muatan listrik akan terakumulasi dan dilepaskan dalam bentuk impuls listrik. Proses ini mirip dengan cara kerja impuls listrik pada saraf manusia, tetapi dalam skala yang jauh lebih besar.
Jumlah listrik yang dapat dikeluarkan oleh belut listrik tergolong sangat tinggi untuk makhluk hidup. Belut listrik dewasa mampu menghasilkan tegangan hingga sekitar 600 volt, dengan arus yang cukup kuat untuk melumpuhkan mangsa atau mengusir predator. Sengatan ini biasanya tidak mematikan bagi manusia, tetapi dapat menyebabkan kejang otot, rasa sakit hebat, dan berbahaya jika terjadi di air karena berisiko menyebabkan tenggelam. Selain sengatan kuat, belut listrik juga menghasilkan impuls listrik lemah untuk navigasi dan mendeteksi lingkungan di sekitarnya.
Dengan kemampuan unik tersebut, belut listrik menjadi contoh luar biasa bagaimana makhluk hidup dapat memanfaatkan listrik sebagai alat bertahan hidup secara alami.
Referensi : National Geographic, Wikipedia, Mongabay Indonesia
Baca Juga :
Hubungi Admin? Klik di sini
Komentar