Batu Sakhrah: Batu yang Diyakini Berasal dari Surga dalam Tradisi Islam

Inrofaa - Sakhrah adalah istilah yang sering dipahami sebagai batu suci yang memiliki makna penting dalam tradisi keagamaan, terutama dalam Islam. Kata Sakhrah sendiri dalam bahasa Arab berarti “batu besar.” Di kalangan umat Islam, istilah ini biasanya merujuk pada dua benda yang berbeda namun sama-sama dianggap memiliki keberkahan luar biasa: Al-Hajar al-Aswad di Ka’bah dan Batu Tursina (As-Sakhrah) di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Kedua batu ini diyakini memiliki hubungan erat dengan kisah-kisah kenabian dan spiritualitas umat.

Batu yang paling dikenal sebagai “berasal dari surga” adalah Al-Hajar al-Aswad, yaitu batu hitam yang terletak pada sudut timur Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Umat Islam mempercayai bahwa batu ini awalnya berwarna putih tetapi lama-kelamaan menjadi hitam karena dosa-dosa manusia yang menyentuhnya. Menurut keyakinan tradisional, batu ini diturunkan dari surga pada zaman Nabi Adam sebagai penanda untuk mendirikan rumah ibadah pertama bagi manusia. Ketika Nabi Ibrahim dan putranya Ismail membangun kembali Ka’bah, batu ini diposisikan di tempatnya kini sebagai tanda penting yang disentuh dan dicium oleh jamaah haji dan umrah selama ritual thawaf.

Selain Al-Hajar al-Aswad, ada pula As-Sakhrah di Masjid Al-Aqsa yang diyakini sebagai Batu Tursina tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Isra’ Mi’raj. Dalam peristiwa malam itu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit dari batu tersebut untuk menerima perintah salat. Bagi umat Islam, batu ini menjadi simbol penghubung antara dunia dan langit serta saksi peristiwa spiritual yang sangat penting.

Penafsiran bahwa batu-batu ini “berasal dari surga” tidak dimaksudkan secara harfiah dalam konteks geologi modern, tetapi lebih pada keyakinan spiritual bahwa mereka memiliki asal usul ilahi dan peran khusus dalam sejarah kenabian. Hal ini membuat Sakhrah menjadi objek penghormatan, cinta, dan ketundukan batin bagi umat yang mengunjungi tempat-tempat suci tersebut.

Meski tidak bisa dibuktikan secara sains berasal dari luar angkasa, nilai Sakhrah terletak pada dimensi keimanan, cerita tradisi, dan makna ritual yang dijunjung tinggi oleh jutaan umat setiap tahunnya. Pengakuan terhadap batu suci ini memperkaya warisan spiritual dan budaya umat beragama di seluruh dunia.

Referensi : Situs NUOnline, Wikipedia Indonesia, Detik Hikmah

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar