Penyakit Alzheimer: Gangguan Degeneratif Otak yang Menyebabkan Penurunan Fungsi Kognitif

Inrofaa - Alzheimer adalah suatu penyakit degeneratif pada otak yang menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan berperilaku. Penyakit ini termasuk bagian dari demensia, yaitu kondisi ketika fungsi otak menurun secara bertahap hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Alzheimer bukan sekadar “pelupa biasa”, tetapi perubahan biologis yang nyata di dalam otak.

Pada penderita Alzheimer, sel-sel otak mengalami kerusakan dan mati lebih cepat, sehingga jaringan otak menyusut. Penyakit ini benar-benar ada dan banyak dialami oleh orang lanjut usia, meskipun dapat juga muncul pada usia yang lebih muda secara lebih jarang. Para dokter dan peneliti telah lama mengamati gejala dan perubahan otak pada penderita, jadi keberadaannya bukan mitos.

Dalam kehidupan sehari-hari, Alzheimer memberikan dampak yang cukup besar. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami lupa jangka pendek seperti menaruh barang lalu tidak ingat, lupa nama orang yang baru ditemui, atau mudah bingung saat mengingat jadwal. Semakin berkembang, gejalanya bisa mengganggu rutinitas seperti sulit mengikuti percakapan, salah mengambil keputusan, bingung di tempat yang seharusnya familiar, hingga kesulitan mengurus diri sendiri.

Bahkan hal kecil seperti memasak, mandi, menggunakan pakaian yang tepat, atau membaca instruksi sederhana dapat menjadi tantangan. Selain itu, kondisi emosional penderita juga bisa berubah, seperti mudah cemas, cepat marah, atau curiga kepada orang sekitar. Bagi keluarga, perubahan ini sering terasa berat karena penderita yang sebelumnya mandiri perlahan membutuhkan pendampingan lebih intens.

Durasi kemunculan gejala pelupa biasanya terjadi secara bertahap. Alzheimer bukan penyakit yang muncul tiba-tiba; prosesnya bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Perubahan kecil yang awalnya terlihat seperti pelupa biasa dapat berkembang menjadi gangguan memori yang signifikan dalam 5 - 10 tahun, tergantung kondisi masing-masing orang.

Proses menurunnya fungsi otak dapat terbagi menjadi beberapa tahap, mulai dari tahap ringan hingga berat. Pada tahap berat, penderita mungkin tidak lagi mengenal keluarga, tidak dapat berbicara dengan jelas, atau bahkan tidak mampu bergerak sendiri.

Bagian otak yang paling terganggu pada Alzheimer adalah hipokampus, yaitu pusat pembentukan memori. Hipokampus berperan penting dalam menyimpan dan mengolah ingatan baru. Jika bagian ini rusak, penderita cenderung cepat lupa hal-hal baru meskipun ingatan jangka panjangnya masih cukup baik pada awal penyakit.

Seiring waktu, kerusakan menyebar ke bagian otak lain seperti korteks serebral, yang memengaruhi kemampuan bahasa, berpikir logis, dan mengendalikan perilaku. Itulah mengapa semakin lama, penderita mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kognitif dan emosional.

Meskipun belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan Alzheimer, ada beberapa cara untuk membantu mengurangi risiko atau memperlambat perkembangannya. Pola hidup sehat adalah kunci penting: rajin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, dan mengelola stres. Aktivitas yang melatih otak seperti membaca, bermain teka-teki, berdiskusi, atau mempelajari keterampilan baru juga dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Menjaga interaksi sosial, rutin memeriksakan kesehatan, serta mengontrol tekanan darah, gula, dan kolesterol dapat memperkecil risiko gangguan otak di kemudian hari. Dengan perawatan yang konsisten, kualitas hidup penderita Alzheimer maupun keluarganya dapat tetap terjaga lebih baik.

Referensi : Kompas (2024), Rumah Sakit UGM (2024), Situs Ayo Sehat (2025)

Baca Juga :

Hubungi Admin? Klik di sini

Beranda UtamaInrofaa Store
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih

Komentar