Kecoak Cyborg Jadi Teknologi Baru Pencarian Korban Gempa di Myanmar

Inrofaa -
Teknologi kecoak cyborg menjadi perhatian dunia setelah digunakan dalam operasi pencarian korban gempa besar di Myanmar. Kecoak ini bukan hewan biasa, melainkan kecoak Madagaskar yang tubuhnya dipasangi perangkat elektronik mini untuk membantu tim penyelamat menjangkau area reruntuhan yang berbahaya. Ide utamanya sederhana: memanfaatkan kemampuan alami kecoak yang dapat bergerak cepat, menyelinap ke celah sempit, dan bertahan di lingkungan ekstrem, lalu menggabungkannya dengan teknologi robotik dan sistem kendali jarak jauh agar mereka dapat membantu misi kemanusiaan.
Pada tubuh kecoak dipasang papan sirkuit kecil berisi kamera inframerah, sensor, baterai ringan, dan antena nirkabel. Kamera inframerah berfungsi untuk melihat dalam kondisi gelap total, sementara sensor digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan seperti gerakan, suhu tubuh manusia, atau suara lemah dari korban. Elektroda kecil ditempelkan pada bagian saraf kaki kecoak, sehingga operator dapat mengarahkan gerakannya dengan memberi rangsangan listrik yang sangat kecil dan aman bagi hewan tersebut. Sistem ini juga dilengkapi pemancar yang mengirim data visual dan sensor secara real-time kepada tim sar di area aman.
Dalam operasi di Myanmar, kecoak cyborg diterjunkan ke celah-celah reruntuhan yang tidak bisa dimasuki manusia maupun anjing pelacak. Dengan ukuran sekitar enam sentimeter, mereka mampu menyusuri lorong-lorong sempit, merangkak di balik tumpukan beton, dan menjelajahi area yang rawan runtuh. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, uji coba di lapangan menunjukkan bahwa kecoak cyborg dapat membantu mempercepat proses penilaian situasi, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau atau berbahaya.
Para peneliti berharap teknologi ini dapat berkembang lebih jauh, misalnya dengan menambah ketahanan baterai, meningkatkan kualitas kamera, atau membuat perangkat lebih ringan agar kecoak bergerak lebih bebas. Meski ada perdebatan etika terkait penggunaan hewan dalam teknologi penyelamatan, banyak pihak menilai potensi manfaatnya sangat besar untuk misi kemanusiaan.
Dengan gabungan kemampuan biologis dan teknologi modern, kecoak cyborg menjadi salah satu inovasi yang menjanjikan dalam upaya meningkatkan efektivitas pencarian korban bencana di masa depan.
Referensi : Kompas.id, Rubicnews.com, Kumparan Tech
Baca Juga :
Hubungi Admin? Klik di sini
Komentar