Anjing: Penjelasan Ilmiah Proses Reproduksi dan Fenomena Copulatory Tie Saat Kawin

Inrofaa - Anjing memiliki cara kawin yang berbeda dibandingkan banyak mamalia lain. Setelah pejantan berhasil melakukan penetrasi, sering kali terlihat seolah-olah kedua anjing "menempel" dan tidak bisa segera berpisah. Kondisi ini disebut copulatory tie atau ikatan kawin, yaitu proses alami yang merupakan bagian normal dari reproduksi anjing. Fenomena ini bukan berarti kedua hewan sedang mengalami cedera atau kesakitan. Sebaliknya, mekanisme tersebut telah berkembang secara alami untuk mendukung keberhasilan perkembangbiakan dan umum terjadi pada anjing peliharaan maupun anjing liar yang sehat.

Ikatan kawin terjadi karena struktur penis pejantan mengalami perubahan selama proses perkawinan. Bagian yang disebut bulbus glandis akan membengkak setelah berada di dalam saluran reproduksi betina akibat meningkatnya aliran darah. Pada saat yang sama, otot-otot di sekitar vagina betina ikut berkontraksi sehingga penis terkunci sementara di dalamnya. Setelah pembengkakan mencapai ukuran maksimal, pejantan biasanya akan memutar tubuh sehingga kedua anjing berdiri saling membelakangi, tetapi tetap terhubung. Posisi ini sering membuat pemilik hewan khawatir, padahal merupakan tahapan yang normal.

Tujuan utama dari copulatory tie adalah meningkatkan peluang terjadinya pembuahan. Selama kedua anjing masih terikat, sebagian besar cairan semen tetap berada di dalam saluran reproduksi betina sehingga peluang sperma mencapai sel telur menjadi lebih besar. Ikatan ini juga membantu mengurangi kemungkinan semen keluar terlalu cepat setelah ejakulasi. Meskipun demikian, keberhasilan kehamilan tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti waktu ovulasi betina, kualitas sperma pejantan, kondisi kesehatan kedua anjing, serta keberhasilan proses pembuahan di dalam tubuh.

Lamanya ikatan kawin sangat bervariasi, tetapi umumnya berlangsung sekitar 5 hingga 30 menit. Pada beberapa kasus, durasinya bisa lebih singkat atau sedikit lebih lama tanpa menandakan adanya masalah. Selama periode tersebut, kedua anjing biasanya tampak gelisah atau berusaha bergerak, tetapi mereka tetap tidak dapat berpisah sampai pembengkakan pada penis pejantan berangsur mengecil. Setelah aliran darah kembali normal, pembengkakan mereda dan kedua anjing akan terlepas dengan sendirinya tanpa memerlukan bantuan manusia.

Apabila melihat anjing sedang mengalami copulatory tie, tindakan terbaik adalah tetap tenang dan membiarkan proses berlangsung secara alami. Jangan mencoba menarik, memisahkan, atau menyiram kedua anjing dengan air karena tindakan tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, robekan pada jaringan reproduksi, bahkan cedera serius pada pejantan maupun betina. Cukup pastikan lingkungan sekitar aman dan minim gangguan agar kedua hewan tidak panik. Jika setelah terlepas salah satu anjing mengalami perdarahan berlebihan, kesulitan buang air kecil, pembengkakan yang tidak kunjung membaik, atau tampak sangat kesakitan, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter hewan.

Referensi : American Kennel Club, Veterinary Partner, Merck Veterinary Manual