Pulsar: Sisa Supernova Berupa Bintang Neutron dengan Rotasi Cepat, Medan Magnet Ekstrem, dan Radiasi Teratur

Inrofaa - Pulsar adalah salah satu objek paling ekstrem di alam semesta yang termasuk dalam kategori bintang neutron. Bintang ini terbentuk dari sisa inti bintang besar yang telah mengakhiri hidupnya melalui ledakan supernova. Ketika sebuah bintang raksasa kehabisan bahan bakar, ia runtuh ke dalam dirinya sendiri dan meninggalkan inti yang sangat padat. Inti inilah yang kemudian menjadi bintang neutron, dan jika kondisi tertentu terpenuhi, ia dapat kita amati sebagai pulsar karena memancarkan radiasi secara teratur.

Proses terbentuknya pulsar dimulai ketika bintang bermassa besar tidak lagi mampu menahan gaya gravitasinya sendiri. Lapisan luarnya meledak dalam peristiwa supernova yang sangat terang dan dahsyat, sementara bagian inti mengalami kompresi ekstrem. Elektron dan proton di dalam inti saling bergabung membentuk neutron, sehingga terbentuklah objek yang hampir seluruhnya terdiri dari neutron. Tekanan dan kerapatan yang terjadi pada proses ini jauh melampaui kondisi materi di Bumi.

Walaupun diameter pulsar hanya sekitar 20 kilometer, massanya bisa melebihi massa Matahari. Hal ini membuat pulsar menjadi salah satu objek paling padat di alam semesta. Satu sendok teh materi dari bintang neutron dapat memiliki massa miliaran ton jika dibandingkan dengan materi di Bumi. Kepadatan luar biasa ini membuat gravitasi di permukaannya sangat kuat, sehingga segala sesuatu yang mendekat akan tertarik dengan sangat ekstrem.

Pulsar juga terkenal karena rotasinya yang sangat cepat. Ketika bintang runtuh, momentumnya membuatnya berputar dengan kecepatan tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 700 putaran per detik. Dari kutub magnetnya, pulsar memancarkan berkas radiasi yang sangat terarah. Karena sumbu rotasi dan sumbu magnetnya tidak sejajar, berkas ini akan menyapu ruang seperti cahaya mercusuar yang berputar. Ketika berkas ini mengarah ke Bumi, kita akan mendeteksinya sebagai pulsa atau detakan sinyal yang teratur.

Selain itu, pulsar memiliki medan magnet yang sangat kuat, jauh melebihi magnet buatan manusia. Medan magnet ini berperan dalam mempercepat partikel dan menghasilkan radiasi energi tinggi yang dapat dideteksi oleh teleskop radio maupun sinar-X. Karena keteraturan pulsarnya, objek ini sering digunakan oleh ilmuwan sebagai “jam kosmik” untuk mempelajari ruang angkasa, gravitasi ekstrem, hingga pengujian teori fisika modern. Dengan demikian, pulsar menjadi salah satu fenomena penting dalam memahami alam semesta.

Referensi : NOIRLab, Situs NASA, European Space Agency