Katak Suriname: Spesies Unik dengan Bayi yang Tumbuh di Punggung Induk Betina di Dunia Amfibi

Inrofaa - Katak Suriname (Pipa pipa) adalah salah satu amfibi paling unik di dunia karena cara berkembang biaknya sangat berbeda dari katak pada umumnya. Hewan ini hidup sepenuhnya di air tawar yang tenang seperti rawa dan sungai lambat di wilayah Amerika Selatan. Tubuhnya pipih dan lebar seperti daun kering, sehingga mudah berkamuflase di dasar perairan. Keunikan utamanya bukan hanya pada bentuk tubuh, tetapi pada cara betinanya merawat telur hingga menetas.

Proses reproduksi dimulai ketika jantan dan betina kawin di dalam air. Saat betina mengeluarkan telur, jantan segera membuahi lalu membantu menempelkan telur-telur tersebut ke punggung betina. Telur tidak dibiarkan begitu saja di air, melainkan ditempatkan secara rapi di permukaan kulit punggung. Pada tahap ini, telur masih terlihat seperti butiran kecil yang menempel di tubuh induk betina.

Beberapa jam setelah pembuahan, kulit punggung betina mulai bereaksi secara biologis. Kulitnya tumbuh dan menutupi setiap telur satu per satu, membentuk semacam kantong kecil atau ruang tertutup. Struktur ini menyerupai sarang alami yang melindungi embrio dari predator dan lingkungan luar. Di dalam kantong ini, setiap telur berkembang secara terpisah hingga menjadi embrio yang lengkap.

Yang paling menarik, katak Suriname tidak melalui fase berudu bebas seperti katak kebanyakan. Embrio berkembang langsung di dalam kantong kulit punggung induknya selama beberapa minggu hingga bulan. Dalam proses ini, anak katak tumbuh sempurna di dalam “ruang kecil” tersebut, dengan bentuk tubuh yang sudah mirip katak dewasa mini, bukan larva yang berenang bebas di air.

Setelah perkembangan selesai, anak katak akan keluar dari kantong-kantong di punggung induk betina. Mereka muncul satu per satu sebagai katak kecil yang sudah mampu hidup mandiri di air. Uniknya, proses ini terlihat seperti “menetas dari punggung,” karena lubang-lubang bekas kantong terbuka saat anak katak keluar. Cara reproduksi ini membuat Pipa pipa menjadi salah satu contoh paling ekstrem dan menarik dari adaptasi parental care pada hewan amfibi.

Referensi : Republika, Liputan6, CNN Indonesia

● Baca Artikel Lainnya! Klik di sini

Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih