
Inrofaa - Tungsten merupakan salah satu logam paling unik dalam dunia material karena kombinasi sifat fisiknya yang ekstrem. Dengan massa jenis sekitar 19,3 g/cm³, tungsten jauh lebih padat dibandingkan banyak logam umum, bahkan sekitar 70% lebih padat daripada timbal. Kepadatan tinggi ini membuat benda berbahan tungsten terasa jauh lebih berat dari ukurannya, sehingga sering menimbulkan kesan “tidak biasa” saat dipegang. Selain itu, tungsten juga dikenal memiliki titik leleh tertinggi di antara logam murni, yaitu sekitar 3.422°C, menjadikannya sangat tahan terhadap suhu ekstrem.
Karena sifat-sifat tersebut, tungsten banyak dimanfaatkan dalam industri yang membutuhkan material tahan panas dan tekanan tinggi. Dalam sektor kedirgantaraan, tungsten digunakan untuk komponen yang harus bertahan dalam kondisi suhu tinggi, seperti bagian mesin roket atau pelindung panas. Di bidang militer, tungsten dimanfaatkan dalam pembuatan amunisi tertentu karena kepadatannya yang tinggi mampu meningkatkan daya penetrasi. Sementara itu, dalam industri elektronik, tungsten digunakan sebagai filamen pada lampu dan komponen semikonduktor karena stabilitasnya pada suhu tinggi.
Meski terkenal sangat kuat, penting untuk memahami bahwa tungsten bukanlah material yang “tidak bisa dihancurkan”. Salah satu kelemahannya adalah sifat getas, yaitu kecenderungan untuk retak atau pecah saat menerima benturan keras. Berbeda dengan logam seperti baja yang lebih ulet dan dapat menyerap energi benturan dengan deformasi, tungsten cenderung langsung retak ketika gaya yang diterima melebihi batas ketahanannya. Hal ini membuatnya kurang ideal untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap benturan berulang.
Dalam konteks interaksi dengan peluru atau proyektil, sifat tungsten memberikan hasil yang bervariasi tergantung kondisi. Dalam beberapa kasus, tungsten dapat menahan tekanan tinggi atau bahkan digunakan sebagai inti peluru untuk meningkatkan penetrasi. Namun, bukan berarti tungsten selalu mampu menghancurkan proyektil secara instan. Faktor seperti kecepatan, sudut benturan, serta komposisi material lain sangat memengaruhi hasil akhir dari interaksi tersebut.
Secara keseluruhan, tungsten adalah material yang luar biasa karena ketahanan panas dan kepadatannya yang tinggi, tetapi tetap memiliki keterbatasan. Kombinasi antara kekuatan dan kerapuhan ini menjadikannya sangat berguna dalam aplikasi tertentu, sekaligus menuntut pemahaman yang tepat dalam penggunaannya. Dengan demikian, tungsten lebih tepat dipandang sebagai material spesialis, bukan sebagai logam “super” yang kebal terhadap segala kondisi.
Referensi : Chemicool, ScienceDirect, Universitas Gadjah Mada (UGM)
● Baca Artikel Lainnya! Klik di sini
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih
Terima kasih