Roket: Kendaraan Luar Angkasa yang Terbang dengan Menyemburkan Gas Berdasarkan Hukum Newton Ketiga

Inrofaa - Roket merupakan kendaraan luar angkasa yang dirancang untuk mampu bergerak dari permukaan Bumi hingga menembus ruang hampa. Berbeda dengan pesawat terbang yang mengandalkan udara untuk menghasilkan gaya angkat, roket bekerja secara mandiri dengan membawa bahan bakarnya sendiri. Hal ini memungkinkan roket tetap berfungsi di lingkungan tanpa udara, seperti di luar angkasa. Teknologi roket telah menjadi dasar penting dalam eksplorasi antariksa, termasuk peluncuran satelit, misi ke Bulan, hingga penelitian planet lain.

Prinsip utama yang memungkinkan roket terbang adalah Hukum Newton Ketiga yang dikemukakan oleh Isaac Newton. Hukum ini menyatakan bahwa setiap aksi akan menghasilkan reaksi yang sama besar namun berlawanan arah. Dalam konteks roket, ketika bahan bakar dibakar di dalam mesin, gas panas dihasilkan dan disemburkan dengan kecepatan tinggi ke arah bawah. Reaksi dari semburan ini mendorong roket ke arah atas dengan gaya yang sama besar.

Agar roket dapat lepas dari permukaan Bumi, gaya dorong yang dihasilkan harus mampu mengalahkan gaya gravitasi. Gaya gravitasi Bumi menarik semua benda ke arah pusatnya, sehingga roket memerlukan tenaga yang sangat besar untuk melawannya. Oleh karena itu, roket dirancang dengan mesin yang sangat kuat serta bahan bakar dalam jumlah besar agar mampu menghasilkan dorongan maksimal saat peluncuran.

Selain itu, roket biasanya menggunakan beberapa tahap atau “stage” untuk meningkatkan efisiensi. Setiap tahap memiliki tangki bahan bakar dan mesin sendiri. Setelah bahan bakar pada satu tahap habis, bagian tersebut akan dilepaskan untuk mengurangi berat roket, sehingga tahap berikutnya dapat bekerja lebih efisien. Sistem ini memungkinkan roket mencapai kecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk masuk ke orbit atau melanjutkan perjalanan ke luar angkasa.

Keunggulan utama roket adalah kemampuannya beroperasi tanpa bergantung pada udara. Dengan membawa oksidator bersama bahan bakar, roket tetap dapat melakukan pembakaran di ruang hampa. Hal ini menjadikannya satu-satunya kendaraan yang mampu menjelajah luar angkasa. Perkembangan teknologi roket terus berlanjut, membuka peluang lebih besar bagi manusia untuk memahami alam semesta dan mungkin suatu hari menjelajah lebih jauh lagi.

Referensi : CNBC Indonesia, The New York Times, Situs Resmi Space

● Baca Artikel Lainnya! Klik di sini

Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih