Spesies Makhluk Hidup: Mengapa Ada Hewan yang Mengandalkan Insting dan Ada yang Harus Belajar dari Induknya

Inrofaa - Dalam dunia hewan, terdapat perbedaan besar dalam cara spesies mempelajari perilaku untuk bertahan hidup. Sebagian spesies sangat bergantung pada insting bawaan, sementara yang lain memerlukan pembelajaran dari induk atau lingkungan. Insting adalah pola perilaku yang sudah tertanam dalam sistem saraf dan genetika makhluk hidup sejak lahir. Artinya, organisme tersebut dapat melakukan tindakan tertentu tanpa harus melihat contoh atau belajar terlebih dahulu. Sementara itu, spesies dengan kemampuan belajar tinggi biasanya memerlukan waktu untuk mengamati, meniru, dan memahami berbagai perilaku yang penting bagi kelangsungan hidup mereka.
Contoh yang sering dibahas adalah burung Common cuckoo. Burung ini memiliki strategi reproduksi yang unik, yaitu meletakkan telurnya di sarang burung lain agar dierami oleh “induk pengganti”. Menariknya, anak cuckoo yang baru menetas secara otomatis akan mendorong telur atau anak burung lain keluar dari sarang. Perilaku ini terjadi tanpa pernah diajarkan oleh induknya, karena anak cuckoo tidak pernah bertemu induk kandungnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku tertentu dapat diwariskan secara genetis dan menjadi bagian dari mekanisme insting yang kuat.
Fenomena serupa juga terlihat pada Horsehair worm, sejenis cacing parasit yang memiliki siklus hidup kompleks. Ketika larvanya menginfeksi serangga seperti belalang atau jangkrik, cacing ini dapat memengaruhi sistem saraf inangnya. Saat waktunya berkembang biak, serangga tersebut terdorong untuk mendekati air, tempat cacing dewasa dapat keluar dan melanjutkan siklus hidupnya. Perilaku manipulasi ini bukan hasil pembelajaran, melainkan akibat proses biologis dan kimia yang telah berkembang melalui proses evolusi yang panjang.
Sebaliknya, spesies seperti manusia, kucing, dan anjing memiliki otak yang lebih kompleks dan kemampuan belajar yang jauh lebih besar. Anak manusia harus mempelajari bahasa, kebiasaan sosial, dan berbagai keterampilan hidup dari orang tua serta lingkungannya. Anak kucing belajar berburu dengan mengamati induknya, sedangkan anak anjing mempelajari perilaku sosial dari kelompoknya. Dalam kasus ini, insting dasar memang ada, tetapi banyak perilaku penting terbentuk melalui proses pembelajaran dan pengalaman.
Perbedaan tersebut sebenarnya merupakan strategi evolusi yang berbeda. Spesies dengan insting kuat biasanya hidup dalam lingkungan yang relatif stabil sehingga perilaku bawaan sudah cukup untuk bertahan hidup. Sebaliknya, spesies yang memiliki kemampuan belajar tinggi cenderung hidup dalam lingkungan yang lebih kompleks dan berubah-ubah. Dengan kemampuan belajar, mereka dapat menyesuaikan perilaku terhadap kondisi baru. Oleh karena itu, baik insting maupun pembelajaran merupakan dua cara berbeda yang sama-sama efektif bagi makhluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan berkembang biak.
Referensi : Badan Riset dan Inovasi Nasional, Smithsonian Institution, Science Magazine
● Baca Artikel Lainnya! Klik di sini
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih
Terima kasih