
Inrofaa - Istilah 'Jantung kedua' sering digunakan untuk menggambarkan peran penting otot betis dalam membantu sistem peredaran darah manusia. Dalam tubuh, organ utama yang memompa darah tentu saja adalah jantung. Namun, bagian tubuh lain juga memiliki fungsi pendukung yang sangat penting, salah satunya adalah otot betis. Otot ini membantu mendorong darah dari bagian bawah tubuh kembali menuju jantung, terutama dari kaki yang posisinya paling jauh dan harus melawan gaya gravitasi.
Di dalam kaki terdapat banyak pembuluh darah vena yang bertugas membawa darah kembali ke jantung setelah darah tersebut mengalir ke seluruh tubuh. Berbeda dengan arteri yang mendapatkan dorongan kuat dari pompa jantung, aliran darah dalam vena cenderung lebih lambat. Karena itu, tubuh memiliki mekanisme tambahan untuk membantu proses tersebut. Ketika seseorang berjalan, berlari, atau sekadar menggerakkan kaki, otot betis akan berkontraksi dan menekan pembuluh vena di sekitarnya. Tekanan ini membantu mendorong darah naik ke arah jantung.
Selain kontraksi otot, vena di kaki juga dilengkapi dengan katup kecil yang berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke bawah. Saat otot betis berkontraksi, darah didorong ke atas melewati katup tersebut. Ketika otot kembali rileks, katup vena akan menutup sehingga darah tidak turun kembali. Kombinasi antara kontraksi otot betis dan sistem katup vena inilah yang membentuk mekanisme yang dikenal sebagai pompa otot betis. Mekanisme ini sangat penting untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
Peran otot betis menjadi semakin penting ketika seseorang berada dalam posisi duduk atau berdiri dalam waktu lama. Jika kaki jarang digerakkan, kontraksi otot betis juga berkurang sehingga aliran darah dari kaki menuju jantung menjadi lebih lambat. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa pegal, pembengkakan pada kaki, atau dalam kasus tertentu meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh vena. Oleh karena itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau meregangkan kaki sangat dianjurkan.
Dengan demikian, penyebutan otot betis sebagai “jantung kedua” sebenarnya merupakan istilah kiasan yang menggambarkan fungsi pendukungnya dalam sistem peredaran darah. Walaupun tidak memompa darah secara mandiri seperti jantung, otot betis memiliki peran penting dalam membantu proses pengembalian darah ke jantung. Menjaga kesehatan otot betis melalui aktivitas fisik yang cukup dapat membantu mempertahankan sirkulasi darah yang baik dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Referensi : Harvard Medical School, Yakes Telkom, Detik Network
● Baca Artikel Lainnya! Klik di sini
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih
Terima kasih