Choriaster Granulatus: Spesies Bintang Laut Paling Unik di Dunia
Inrofaa - Choriaster granulatus, sering disebut granulated sea star atau bintang laut butiran, adalah salah satu spesies bintang laut paling unik di dunia. Banyak orang mengenalnya karena bentuk tubuhnya yang membulat, tebal, dan memiliki lima lengan pendek menyerupai tonjolan besar. Ciri inilah yang membuatnya sering dianggap mirip “bagian tubuh laki-laki”, sehingga namanya beberapa kali viral di internet. Namun di balik bentuknya yang mencolok, hewan ini memiliki karakteristik biologis yang menarik untuk dipahami.
Bintang laut ini dapat ditemukan di wilayah Indo-Pasifik, terutama di perairan dangkal yang hangat seperti sekitar Indonesia, Filipina, Papua Nugini, hingga Kepulauan Solomon. Mereka biasanya hidup di terumbu karang, pasir, dan daerah berlumpur pada kedalaman 1 sampai 30 meter. Warna tubuhnya bervariasi, mulai dari merah muda, krem, hingga cokelat kejinggaan. Permukaan tubuhnya tampak halus tetapi sebenarnya terdiri dari tonjolan kecil seperti butiran, sesuai dengan namanya granulatus.
Ukuran Choriaster granulatus tergolong besar untuk seekor bintang laut. Lebarnya bisa mencapai 25 hingga 30 cm. Struktur tubuhnya yang gemuk bukan hanya estetika alami, tetapi juga berfungsi sebagai penyimpanan energi. Hal ini menguntungkan ketika makanan sulit ditemukan. Meskipun terlihat lambat, bintang laut ini adalah pemangsa oportunis. Makanannya berupa organisme kecil seperti spons, detritus, moluska kecil, hingga bagian lunak dari karang mati.
Salah satu hal menarik dari spesies ini adalah sistem pencernaannya yang unik. Seperti bintang laut lain, ia dapat mengeluarkan bagian perutnya ke luar tubuh untuk mencerna makanan secara eksternal. Setelah jaringan mangsa melunak, bagian tersebut kembali ditarik masuk untuk menyerap nutrisinya. Mekanisme ini membantu mereka memakan organisme yang tidak bisa dijangkau oleh hewan lain.
Choriaster granulatus umumnya tidak berbahaya bagi manusia. Mereka lebih sering menjadi korban daripada ancaman, terutama karena perdagangan hewan laut hias untuk akuarium. Selain itu, kerusakan terumbu karang akibat aktivitas manusia juga mengurangi habitat alaminya. Meski belum dianggap terancam punah, populasinya perlu terus dipantau.
Dengan bentuk tubuh yang unik dan perannya dalam ekosistem, bintang laut ini merupakan contoh menarik dari keanekaragaman hayati laut tropis. Memahami keberadaannya membantu kita lebih peduli pada kelestarian terumbu karang dan kehidupan laut secara keseluruhan.
Referensi : Dokumen dari Oseanografi LIPI (1996), Jurnal IPB C. granulatus (2014), PT Antam UBPN Kolaka (2023)
Baca Juga :
Hubungi Admin? Klik di sini
Salam Ilmu Pengetahuan
Terima kasih